HMI Garut dan DPMD Teken MoU Desa Binaan, Libatkan 15 Desa di Kabupaten Garut

Liputan Rakyat Indonesia//Garut, 29 Juli 2026 — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) tentang program Desa Binaan.

Penandatanganan yang berlangsung di Kantor DPMD Kabupaten Garut ini dilakukan langsung oleh Ketua HMI Cabang Garut, Yusup Saepul Hayat, bersama Kepala DPMD Kabupaten Garut, Ahmad Ramdani, S.Sos., M.Si., A.Kp.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Dorong Pemberdayaan dan Pengembangan Potensi Desa

Nota Kesepakatan ini bertujuan menciptakan sinergi yang saling menguntungkan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan dan pemberdayaan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup:

Program Desa Binaan

Pendampingan dan pembinaan pemerintah desa

Pengembangan serta pemasaran produk ekonomi lokal

Kegiatan kolaboratif lainnya 

Bidang kerja sama meliputi pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak 15 Desa Jadi Lokasi Program Desa Binaan

Dalam implementasinya, program ini akan menyasar 15 desa di Kabupaten Garut, yaitu:

1. Desa Tanjungkamuning (Tarogong Kaler);

2. Desa Pasawahan (Tarogong Kaler)

3. Desa Rancabango (Tarogong Kaler)

4. Desa Indralayang (Caringin)

5. Desa Cikelet (Cikelet

6. Desa Situsaeur (Karangpawitan)

7. Desa Talagawangi (Pakenjeng)

8. Desa Tanjungmulya (Pakenjeng)

9. Desa Karyamekar (Pasirwangi)

10. Desa Karamatwangi (Cisurupan)

11. Desa Cisarua (Samarang

12. Desa Sukanagara (Pendeuy)

13. Desa Sukamenak (Wanaraja)

14. Desa Lebak Agung (Karangpawitan)

15. Desa Sukasenang (Bayongbong)

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi strategis dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan

HMI Tegaskan Peran sebagai Motor Perubahan Sosial

Ketua HMI Cabang Garut, Yusup Saepul Hayat, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen HMI untuk hadir sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

“HMI harus hadir tidak hanya sebagai organisasi kaderisasi, tetapi juga sebagai kekuatan intelektual yang mampu mendorong perubahan nyata di desa,” tegasnya.

Berlaku Dua Tahun dan Siap Berkelanjutan

Nota Kesepakatan ini berlaku selama 2 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Kedua pihak juga berkomitmen menjalankan program secara berkelanjutan melalui pelaporan berkala, evaluasi, serta penguatan koordinasi antar pihak.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, ­ diharapkan lahir model pembangunan desa berbasis kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa yang lebih progresif, partisipatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

About The Author