Irfan Ahmad Fauzi Resmi Nakhodai APKARINDO: Dorong Wujudkan Petani Karet Bangkit

Liputan Rakyat Indonesia // Jakarta – Auditorium Kementerian Pertanian Bergemuruh Berteriak pekikan ” Petani Karet ! Bangkiit.” saat  pembukaan acara Pengukuhan Pengurus Pusat dan  15 Wilayah Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) dan Diskusi Tentang Karet terkait dinamika dan Realita Petani Karet Senin 14/09/2026.

Gelaran Pengukuhan Pengurus ini di hadiri oleh Pengurus Wilayah , Pengurus Daerah Apkarindo  Dirjen Perkebunan dan BPDB Kementrian Perwakilan Kapolri ,Kapolda , Direktur BPJS , Beberapa Organisasi Pengusaha Karet dan BPP HIPMI dan Para Petani Karet dari Wilayah Jawa Barat.

Diacara ini Irfan Ahmad Fauzi M.Hum d Kukuhkan secara Resmi untuk Menakhodai APKARINDO untuk Lima tahun (Periode 2026-2031 Kedepan sebagai Ketua Umum


APKARINDO

Irfan mengatakan dalam sesi wawancara bahwa sektor perkaretan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan yang berdampak terhadap kesejahteraan petani.

“Sektor perkaretan nasional menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga, produktivitas kebun rakyat, kualitas hasil produksi, hingga regenerasi petani,” katanya, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi antara petani, pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Irfan berharap, APKARINDO di bawah kepemimpinannya dapat memperkuat posisi petani karet dalam ekosistem industri nasional.

Selain itu, APKARINDO akan didorong menjadi jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

“Kami ingin APKARINDO menjadi wadah yang mampu memperjuangkan kepentingan petani sekaligus membangun komunikasi yang kuat dengan pemerintah dan pelaku industri,” ujarnya.

Irfan menuturkan, kepengurusan DPP APKARINDO periode 2026–2031 akan menyusun program kerja yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Menurutnya, persoalan harga bukan satu-satunya hal yang perlu menjadi perhatian. Produktivitas dan kualitas karet juga harus ditingkatkan agar petani memiliki daya saing yang lebih baik.

Penguatan kelembagaan petani, akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pasar menjadi sejumlah hal yang akan didorong APKARINDO.

Irfan juga berharap dapat memperluas sinergi dengan kementerian dan lembaga pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta organisasi petani di daerah.

“Kolaborasi ini penting agar kebijakan perkaretan nasional tidak hanya berorientasi pada kepentingan industri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani sebagai salah satu mata rantai utama produksi karet nasional,” katanya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Irfan berharap APKARINDO dapat menghadirkan semangat baru dalam memperjuangkan kepentingan petani karet sekaligus mendorong terciptanya sektor perkaretan nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.(Diens)

 

About The Author