KB PII Jawa Barat Gelar Ngopi (Ngobrol Perkara Indonesia) Silaturahmi Syawalan : Burhanudin Abdullah Ungkap ” Indonesia Ditepi Jurang Peradaban “.

Liputan Rakyat Indonesia // Garut- Keluarga Besar PII Jawa Barat dan KB PII Garut Gelar Acara Ngopi (Ngobrol Perkara Indonesia) dalam Silaturahmi Syawal Yang dilaksanakan d Fave Hotel Jl Cimanuk Garut Sabtu , 4 /4/2026. Acara ini merupakan Gelaran rutin Silaturahmi sesudah lebaran idul Fitri atau dikenal dalam tradisi nusantara Sebagai Halal bihalal.

Ngopi Syawalan ini menghadirkan Nara Sumber Dr. Burhanudin Abdullah Mantan Gubernur BI sekaligus Perumus Asta Citanya Pemerintahan  Prabowo Subianto -Gibran , Prof Dr. Asep Ahmad Hidayat Seorang Ahli Kawasan dan Akademisi dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan Dede Kusdinar Politisi Gerindra Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2024 -2029 .Sementara peserta Acara ini dihadiri oleh Pengurus wilayah PII Jawa Barat  – Pengurus  Daerah PII Garut dan Para Alumni Pelajar Islam Indonesia Dari berbagai Wilayah di Jawa Barat  dan dari berbagai latar Belakang dan Profesi , Birokrat, Politis pengusaha , Pendidik  dan Kiyai Pengasuh pondok pesantren.Acara ini dipandu Langsung Oleh Sekretaris Umum KB PII Jawa Buya Rofiq Azhar.

Dalam Kesempatan Tersebut Nara Sumber Membedah perkara Indonesia dari Mulai Kebijakan dan Program Asta Cita  Pemerintahan Prabowo -Gibran, Kondisi politik – Ekonomi Nasional, Pendidikan  hingga peta Geopolitik Global ( Perang AS- Iran ) dengan santai dengan bahasal lugas ringan penuh canda dan komunikatif ala obrolan Kopi namun tetap subtantif dan komprehensif.

Dr. Burhanudin Abdullah : Indonesia ditepi Jurang Peradaban

Burhanudin Abdullah mengungkap selain berbicara tentang ekonomi Makro dan angka angka statistik pertumbuhan ekonomi Yang sekarang masih dalam kondisi moderat namun tetap harus tetap diantisipasi secara cermat karena ancaman krisis terutama naik nya harga dolar yang trend nya terus naik.Namun dibalik angka angka itu pernyataan adalah Indonesia d tepi Jurang Peradaban . Burhan Menyatakan Siapa bilang Indonesi Punya orang Orang Pintar ,orang Cerdas ? Indonesia itu minim hal ini bisa dilihat dari data bahwa Indonesia hanya 7 persen dari total penduduk Indonesia Jauh di banding dengan Negara tetangga seperti malaysia Singapore bahkan dengan Thailand atau Vietnam selain itu produk hak paten kita itu hanya 54 hak paten dalam satu tahun jauh dibandingkan dengan negara tetangga yang bisa menghasilkan ratusan sampai ribuan  hak paten dalam setahun Ungkap Burhan

Profesor Ahmad Hidayat : Indonesia Harus Jalin Kerjasama Internasional lebih Luas.

Profesor Ahmad Hidayat atau akrab di Panggil Bah Aha mengungkapkan dengan adanya perang AS- Israel versus Iran ini mengungkap adanya fenomena kawasan dan berubahnya Peta Geo Politik dan Geo Ekonomi Global pun terhadap peta di kawasan Asia termasuk di Indonesia . Menurut nya Indonesia harus menjalin kerjasama harus banyak membuka ruang dan kerjasama , baik politik maupun ekonomi terhadap Negara negara yang strategis tidak terpaku pada negara negara tertentu sehingga Indonesia lebih banyak mendapatkan keuntungan ungkapnya.

Dede Kusdinar : Tanggapi Program KDMP

Sementara Dede Kusdinar Anggota DPRD provinsi Jawa Barat lebih menanggapi terkait kebijakan pemerintah terutama Program MBG dan program Koperasi Desa Merah Putih( KDMP). Menurutnya Program KDMP hanya baru 120 desa yang sudah dan sedang terealisasi banyak terkendala terutama dalam hal pengadaan tanah untuk Gerai karena tidak semua Desa mempunyai Aset desa yang bisa dipergunakan mengingat tidak adanya alokasi anggaran pengadaan tanah dalam program tersebut.

Sementara Peserta Acara   mengapresiasi terhadap program MBG yang bisa menggerakkan ekonomi d tingkat masyarakat Banyak dari para Alumni PII  yang mendirikan dapur MBG atau SPPG selain itu MBG pun juga sebagai jalan dakwah ekonomi  untuk kemajuan ummat ungkap Ismar Zakariya dari PD Muhammadiyah Garut yang juga mantan ketua umum PII ini  .

Selain ada beberapa yang menghawatirkan terkait Anggaran Pembangunan KDMP. Pengusaha Sangat sulit mengakses Langsung terhadap Kontak kerjasama langsung dengan Pihak Agrinas banyak terkendala oleh mata rantai “birokrasi hijau” yang bukan birokrat sehingga ini berdampak pada Pagu Anggaran yang semestinya Anggaran 1 M lebih yang bisa diterima pihak pengusaha hanya 800 juta hal ini juga akan berdampak pada realisasi program dan kualitas Bangunan Ungkap Peserta .

Diakhir sesi para nara sumber menekankan bahwa para kader Alumni PII harus ikut berperan aktif dalam meningkat kemajuan bangsa terutama pada peningkatan pendidikan dan kebudayaan yang lebih maju dan berdaya saing karena ini tanggung jawab para kader dan alumni PII ungkap Burhanudin Abdullah d akhir sesi ( Diens)

 

 

 

 

 

About The Author