Forum Mahasiswa Peundeuy Kritik Hari Jadi Garut 213: “Saat Panggung Pesta Lebih Mulus daripada Jalan Desa”

Liputan Rakyat Indonesia // Garut 18 Februari 2026 – 213 Tahun seharusnya menandakan kematangan, kebijaksanaan, dan kenyamanan sebuah rumah bernama Garut. Namun, apa yang kita saksikan di hari jadi ini?

Sebuah paradoks yang menyakitkan mata dan hati. Di atas panggung megah, sorot lampu menari-nari menyoroti para pejabat yang sedang “jingkrak-jingkrak”. Mereka tertawa, mereka berpesta, merayakan—katanya—budaya dan seni. Musik berdentum keras, seolah sengaja diputar volume maksimal untuk meredam suara lain yang tak kalah nyaring: jeritan kemiskinan ekstrem.

Tuan dan Puan pejabat, saat kaki Anda menghentak lantai panggung yang kokoh itu, apakah Anda ingat sensasi rakyat Anda yang setiap hari harus bermanuver menghindari lubang “jeglongan sewu” di jalan-jalan rusak? Saat Anda tersenyum lebar di depan kamera, apakah terlintas wajah-wajah muram orang tua yang bingung menyekolahkan anak karena kualitas pendidikan yang rendah dan biaya yang tak terjangkau?

Pentas seni itu indah, tapi menjadi grotesque (buruk rupa) ketika digelar di tengah ketimpangan sosial yang menganga. Merayakan ulang tahun dengan pesta pora di saat rakyat lapar bukan lagi soal apresiasi budaya, itu adalah hilangnya rasa empati. Garut butuh perbaikan, bukan sekadar tarian. Garut butuh jalan mulus, bukan sekadar janji halus.

Kepada Pemerintah Kabupaten Garut mari prioritaskan keadilan sosial agar terwujudnya Masyarakat Adil Makmur seperti yang di amanatkan oleh pancasila. Kepada sesama pemuda dan mahasiswa Garut mari bangkitlah forum mahasiswa seperti kami siap bergerak – Dari diskusi ke lapangan, dari kritik ke solusi. Jadikan budaya bukan sekedar pentas panggung tapi alat pemberdayaan Garut yang ke 213 tahun bukan akhir tapi awal dari renaisansance : Bebas kemiskinan, Masyarakat yang adil makmur, dan generasinya cerdas.

Kami tidak anti budaya tapi kami anti pada prioritas yang salah.

Selamat Hari Jadi Garut yang Ke 213 tahun. Mari kita ubah narasi kita !

About The Author