Brigade PII Garut Gelar Seminar Lingkungan dan Kebencanaan serta Pembukaan Green Leadership Camp 2025 : Upaya Antisipasi dan Partisipasi Pelajar Dalam Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

Liputan Rakyat Indonesia// Garut, – Garut berdasarkan Perda No 6 Tahun 2019 merupakan Daerah yang wilayahnya hampir 80 Persen adalah wilayah konservasi dengan tingkat kerawanan bencana nya sangat tinggi . Merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Surat Keputusan Bupati Garut Nomor 100.3.3.2/KEV.352-BPBD/2025 tentang penetapan Status Siaga Darurat Bencana. Bahwa penyelenggaraan kesiapsiaggan bencana memerlukan perencanaan dan partisipasi masyarakat tentunya dengan leadership dan manajemen yang baik.

Oleh karena itu Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Garut periode 2025–2027  menyelenggarakan Seminar Lingkungan dan Kebencanaan sekaligus pembukaan kegiatan Green Leadership Camp, pada Jumat, 7 November 2025, bertempat di Gedung LEC Garut. Sebagai upaya partisipasi dan antisipasi publik ketika pemerintah harus berkolaborasi terutama memberikan wawasan dan pendidikan kepada masyarakat terutama dikalangan pelajar Ungkap Panitia pelaksana

“Kegiatan ini mengusung tema “Dari Krisis Lingkungan ke Krisis Bencana: Urgensi Mitigasi Berbasis Komunitas”, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan generasi muda terhadap isu kebencanaan serta pentingnya pelestarian lingkungan.”

Panitia mengungkapkan adapun Materi seminar berfokus pada pembahasan mengenai kebencanaan, strategi mitigasi bencana, pentingnya konservasi lingkungan, serta peran komunitas sebagai upaya mitigasi berbasis masyarakat. Seminar ini menghadirkan pemateri dari Relawan Wakamsi Indonesia yaitu Reza Aditia dan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat, yaitu Farizabiyyu Putra W Ujarnya ..

Sementara Dalam sambutannya, Assyifa Maharani selaku Komandan Daerah Brigade PII Kabupaten Garut menegaskan bahwa isu lingkungan dan kebencanaan tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab organisasi kepemudaan dan pelajar, terutama Brigade PII yang memiliki misi sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, mitigasi bencana harus menjadi bagian dari gerakan kaderisasi yang sadar akan realitas ekologis daerah.

“Brigade PII harus hadir tidak hanya sebagai pasukan disiplin dan tangguh, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga keseimbangan alam. Mitigasi berbasis organisasi penting untuk memastikan bahwa setiap kader memahami, peduli, dan siap bertindak ketika lingkungan dan masyarakatnya terancam,” ujar Assyifa.

Kegiatan ini juga menjadi awal dari rangkaian Green Leadership Camp, sebuah program pelatihan kepemimpinan lingkungan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pelajar dalam bidang mitigasi bencana, konservasi alam, dan advokasi lingkungan berbasis komunitas.

Melalui kegiatan ini, Brigade PII Kabupaten Garut berkomitmen untuk membentuk kader muda yang memiliki kesadaran ekologis, kepemimpinan berwawasan lingkungan, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan krisis iklim dan kebencanaan di masa depan Ujarnya. Diens

About The Author